KETAPANG, LINTASAN.TV — Penantian warga di pelosok Kabupaten Ketapang untuk menikmati penerangan listrik akhirnya terwujud. Sebanyak 144 rumah di Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, kini resmi mendapatkan akses listrik, Selasa (13/10/2026).

Hadirnya listrik bukan sekadar membuat rumah warga terang pada malam hari. Lebih dari itu, akses listrik membuka harapan baru bagi anak-anak untuk belajar dengan nyaman, keluarga menjalankan aktivitas sehari-hari, hingga masyarakat mengembangkan usaha demi meningkatkan perekonomian.

Peresmian akses listrik tersebut dihadiri langsung Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. Program ini terwujud melalui bantuan kWh meter dari PT BGA serta dukungan swadaya masyarakat setempat.

Momen tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga yang selama ini menantikan pemerataan pembangunan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah pedesaan.

Bukan Hanya Listrik, Warga Juga Mendapat Pelayanan Gratis

Peresmian akses listrik di Desa Banjarsari tidak hanya menjadi momentum pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menghadirkan pelayanan langsung yang dibutuhkan masyarakat.

Warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis serta perekaman KTP dan dokumen kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ketapang.

Langkah ini membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, terutama warga yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses fasilitas kesehatan maupun mengurus dokumen kependudukan.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Forkopimcam Kendawangan, Kepala Desa Banjarsari H. Yunendri, perangkat daerah terkait, perwakilan PLN dan PT BGA, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kepala Desa Banjarsari: Listrik dan Air Bersih Jadi Harapan Baru

Kepala Desa Banjarsari, H. Yunendri, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya akses listrik bagi 144 rumah warga. Ia menyebut, selain listrik, masyarakat juga mulai menikmati akses saluran air bersih yang lebih baik.

“Hari ini kita bersyukur bukan hanya karena listrik yang kini menyala di 144 rumah kita. Ada kabar yang tak kalah membahagiakan, selain listrik, warga kita kini juga sudah menikmati akses saluran air bersih yang lebih baik. Dua kebutuhan dasar yang selama ini kita perjuangkan bersama, kini sudah ada di depan mata kita,” ujarnya.

Menurut Yunendri, listrik dan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Ini semua berkat gotong royong, dukungan pemerintah daerah, dan ketekunan kita semua. Mari kita jaga fasilitas ini dengan baik. Listriknya digunakan dengan bijak dan saluran airnya dirawat bersama. Ini milik kita, untuk masa depan anak-anak kita,” katanya.

Bupati Alexander Wilyo Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Pelosok

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di perkotaan. Masyarakat yang tinggal di dusun-dusun terpencil juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pelayanan dan fasilitas dasar.

“Kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan harus terus kita bawa langsung ke masyarakat. Jangan sampai warga dusun tertinggal dalam akses pelayanan maupun pembangunan,” tegasnya.

Bagi pemerintah daerah, pemerataan akses listrik menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketapang Catat 60 Titik Listrik Desa pada 2026

Alexander Wilyo menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat 60 titik pembangunan atau penyediaan akses listrik desa di Kabupaten Ketapang. Menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah itu merupakan yang terbanyak di Kalimantan Barat.

Lima titik di antaranya berada di Kecamatan Kendawangan.

Ia menjelaskan, upaya pemerataan listrik dilakukan melalui koordinasi dengan PLN dan kementerian terkait. Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menargetkan perluasan akses listrik desa secara bertahap hingga 2028–2029.

Selain listrik, pemerintah daerah turut memprioritaskan pemerataan jaringan internet, peningkatan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan kemudahan pelayanan administrasi kependudukan.

Bupati mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita hadir bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi memastikan pelayanan dasar juga sampai kepada kalian semua,” ujarnya.

Keberagaman Menjadi Kekuatan untuk Membangun Ketapang

Suasana peresmian berlangsung hangat dengan penyambutan adat yang melibatkan masyarakat Dayak dan Jawa sejak rombongan tiba dari Tugu Dusun Bagan Cempedak.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Ketapang.

Alexander Wilyo mengajak masyarakat terus memelihara persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama mendukung pembangunan daerah.

“Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan kita. Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga kebersamaan, terus bergotong royong, dan membangun Ketapang yang semakin maju dan mandiri,” katanya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga lingkungan di tengah persoalan kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah.

Dari Rumah Gelap Menuju Harapan Baru

Kini, bagi warga Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, hadirnya listrik di 144 rumah menjadi langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik. Akses air bersih dan pelayanan langsung dari pemerintah juga menambah harapan masyarakat terhadap pembangunan yang semakin merata.

Pekerjaan rumah tentu belum selesai. Pemerataan listrik, internet, infrastruktur, dan pelayanan dasar masih perlu dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat di pelosok Ketapang dapat merasakan manfaat pembangunan.

Namun, bagi warga yang kini menikmati penerangan di rumahnya, satu penantian penting telah terjawab: malam tidak lagi harus dilalui dalam kegelapan.

NATALIUS | LINTASAN.TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *