NIAS, (Lintasan.tv) : Kondisi Jembatan Gantung Olindrawa yang terletak di kecamatan gido Kabupaten Nias kini berada dalam kerusakan sangat parah dan terancam runtuh sewaktu-waktu. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat setempat. Puluhan siswa sekolah terpaksa setiap hari menyeberanginya dengan mempertaruhkan keselamatan diri, lantaran tidak ada jalur alternatif. Hingga saat ini, belum terdapat tindakan konkret dari Pemerintah Kabupaten Nias untuk menanggulangi masalah tersebut.

 

Berdasarkan dokumentasi lapangan dan laporan masyarakat, struktur jembatan mengalami kerusakan serius: lantai banyak terlepas dan berlubang, posisi jembatan miring ke satu sisi, kabel penahan kendur, serta pagar pengaman sudah tidak berfungsi. Saat dilalui, jembatan bergoyang hebat, sehingga setiap penyeberangan penuh risiko jatuh ke jurang di bawahnya. Jembatan ini menjadi penghubung tunggal bagi warga untuk menjangkau sekolah, pasar, puskesmas, dan kantor pemerintahan. Tidak ada jalur darat maupun jembatan pengganti yang dapat digunakan

Pihak yang paling terdampak adalah puluhan siswa sekolah dasar dan menengah, serta ratusan warga masyarakat Olindrawa. Setiap pagi maupun sore hari, mereka harus berjalan sangat hati-hati, berpegangan erat pada struktur yang sudah rapuh, dan melangkah perlahan di atas lantai yang berlubang. Banyak siswa berangkat lebih pagi untuk memberi waktu menyeberang dengan aman, bahkan sebagian sering terlambat atau tidak berani berangkat sama sekali saat kondisi semakin berbahaya. Masyarakat telah menyampaikan aspirasi dan laporan kerusakan secara lisan maupun tulisan kepada pihak berwenang sejak lama, namun hingga kini belum ada tanggapan maupun langkah perbaikan apa pun dari Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Pekerjaan Umum.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan seiring mendekatnya musim hujan, yang diperkirakan akan memperparah kerusakan struktur dan meningkatkan risiko keruntuhan mendadak. Warga tetap terpaksa menyeberang karena tidak ada pilihan lain — jika jembatan tidak dilalui, akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan harian akan terputus sepenuhnya.

Masyarakat Olindrawa dengan tegas menuntut Pemerintah Kabupaten Nias untuk segera melakukan inspeksi teknis mendesak guna menilai tingkat kerusakan dan bahaya struktur jembatan, menyusun rencana perbaikan atau pembangunan pengganti dengan jadwal yang jelas, menyediakan sarana penyeberangan sementara yang aman khususnya bagi pelajar selama proses perbaikan berlangsung, serta menyampaikan rencana dan tahapan penanganan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Keselamatan nyawa warga, terutama anak-anak sekolah yang merupakan generasi penerus, tidak boleh diabaikan. Pemerintah Kabupaten Nias diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini tanpa penundaan lagi, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.(syukur iman sandroto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *