NIAS -LINTASAN.TV : Sabtu,22 agustus 2026 Situasi semakin memanas dan meresahkan di seluruh penjuru Pulau Nias! Kebutuhan paling dasar masyarakat untuk memasak kini menjadi barang langka yang sulit didapatkan ribuan keluarga. Setiap hari, warga kecil berjuang dari rumah ke pangkalan, berharap bisa membawa pulang tabung gas elpiji,namun jawaban yang selalu diterima sama: “Stok sudah habis, coba lagi besok!”

Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain.Beberapa akun media sosial kini viral dan mengguncang publik, karena memperlihatkan bukti nyata yang membuat darah mendidih: Terlihat jelas truk sedang membongkar tabung gas elpiji di pangkalan, tapi saat warga datang pemilik pangkalan berani bilang gas sudah habis!

BUKTI DI DEPAN MATA: Truk Bongkar Tabung gas, Tapi katanya “Habis”?

Rekaman video yang menyebar cepat di media sosial ini menjadi bukti nyata yang tak bisa dibantah oleh siapa pun. Warga yang merekam melihat langsung truk pengangkut elpiji tiba, lalu petugas membongkar tabung-tabung ke dalam pangkalan.Namun, tak lama setelah truk pergi, saat warga berdatangan untuk membeli, jawabannya tetap: “Tidak ada stok, sudah habis!”

“Ini penipuan atau apa? Kami lihat sendiri truk datang, turunkan tabung, tapi,dibilang habis. Siapa yang menyimpan gas ini? Untuk siapa sebenarnya?” kekecewaan seseorang warga yang sudah beberapa hari bolak-balik ke pangkalan namun pulang dengan tangan kosong.

Kebohongan yang terang-terangan ini bukan hanya menyakiti hati masyarakat, tapi memicu kecurigaan kuat: Apakah ada penimbunan? Apakah gas dialihkan ke tempat lain demi keuntungan pribadi? Mengapa rakyat kecil harus menderita karena permainan yang tidak bertanggung jawab?

rakyat kecil merasakan beban yang semakin berat,,ujar warga merasa kesal

Bagi rumah tangga berpenghasilan rendah di Nias, gas elpiji bukan barang mewah ini adalah nyawa. Tanpa elpiji, ibu-ibu terpaksa kembali mencari kayu bakar di hutan yang semakin jauh, menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bisa menyalakan api. Anak-anak terlambat makan, aktivitas rumah terhenti, dan asap kayu mengganggu kesehatan keluarga.

Kelangkaan ini juga melahirkan calo dan harga liar yang melambung tinggi. Di jalanan, tabung elpiji yang seharusnya terjangkau kini dijual dengan harga berkali-kali lipat. Warga terpaksa memilih: Beli dengan harga mahal atau tidak masak hari ini?

“Kami rakyat kecil tidak minta banyak, kami hanya butuh gas untuk memasak bagi keluarga. Mengapa hal sesederhana ini dibuat sesulit ini? Kami merasa sengaja dipersulit!” keluh warga yang tak lagi bisa menahan kesabaran.

SERUAN KERAS KEPADA PEMERINTAH: Turun ke Lapangan, Lakukan Investigasi Menyeluruh!

Melihat penderitaan yang semakin parah dan bukti kontradiksi yang terekam dalam video viral tersebut, masyarakat Pulau Nias menyampaikan seruan yang tegas dan tidak bisa diabaikan:

Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi: Segera turun langsung ke lapangan, jangan hanya diam di ruangan ber-AC! Lihat sendiri penderitaan rakyat mu!

Kepada Dinas Koperasi dan Perdagangan: Lakukan investigasi mendesak! Periksa setiap pangkalan, lacak alur distribusi dari truk hingga ke tangan warga, ungkap siapa yang menimbun, siapa yang memanipulasi stok, dan siapa yang membiarkan rakyat menderita!

Transparansi Sekarang! Berapa stok yang masuk ke setiap daerah dalam satu hari? Ke mana didistribusikan? Mengapa pangkalan terima stok tapi bilang habis? Rakyat berhak tahu!

JANGAN BIARKAN INI TERUS BERLANGSUNG!

Kelangkaan elpiji di Pulau Nias bukan lagi sekadar masalah pasokan ini adalah masalah keadilan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Jika dibiarkan, ketidakpuasan ini akan semakin meluas, keresahan bertambah, dan kepercayaan terhadap sistem distribusi akan hancur sepenuhnya.

Masyarakat Pulau Nias tidak meminta keajaiban mereka hanya meminta keadilan, keterbukaan, dan akses yang mudah terhadap kebutuhan dasar. Bukti sudah ada di video, keluh kesah sudah terdengar di mana-mana. Kini saatnya pihak berwenang membuktikan bahwa mereka hadir untuk rakyat.

Tindakan nyata sekarang, bukan janji kosong nanti! Seluruh mata masyarakat Nias bahkan seluruh Indonesia sedang menunggu tanggapan dan langkah tegas dari pemerintah serta Dinas Koperasi dan Perdagangan.(Syukur iman S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *