Lintasan.TV- KETAPANG, 16 September 2026 — Pencurian aset gardu listrik PT PLN (Persero) kini meluas di sejumlah desa di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Bahkan gardu yang baru saja terpasang pun langsung dibobol sebelum sempat berfungsi dan dinikmati warga. 
Berdasarkan data di lapangan, kerugian tersebar di beberapa wilayah: Desa Pangkalan Batu kehilangan 10 unit gardu, Desa Mekar Utama 1 unit, dan yang paling baru di Dusun Bangunsari, Desa Banjarsari — 1 unit gardu yang baru dipasang langsung dibobol. Masyarakat sudah sekian lama menanti hadirnya penerangan listrik, namun ketika fasilitas itu akhirnya ada, justru dirusak sebelum sempat menyala.
Menyikapi hal ini, Natalius, Tokoh Pemuda Dayak Kecamatan Kendawangan, menyampaikan pernyataan tegas:
“Sudah terlihat jelas di mana-mana hampir setiap dusun dan desa mengalami kerugian. Di Pangkalan Batu sepuluh gardu hilang, Mekar Utama satu unit, dan yang paling baru di Bangunsari, baru terpasang sudah dibobol. Belum menyala sudah rusak. Ini bukan sekadar kehilangan barang milik negara, ini merampas masa depan kita dan anak cucu kita.”
Natalius menegaskan bahwa menjaga aset kelistrikan adalah tanggung jawab seluruh warga, bukan hanya tugas petugas atau aparat. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Kendawangan untuk segera melaporkan kepada aparat atau tokoh masyarakat apabila melihat orang maupun kendaraan yang berperilaku mencurigakan di sekitar gardu dan jaringan listrik tanpa menunggu terjadi kerusakan, memperketat pengawasan kendaraan yang melintas di wilayah perkampungan terutama pada jam-jam rawan, membentuk posko pengamanan di titik-titik gardu yang dinilai rawan termasuk yang baru saja terpasang, serta bersatu dan bergotong royong antara warga, pemuda, tokoh adat, perangkat desa, dan aparat keamanan menjaga fasilitas ini sebaik menjaga milik sendiri.
“Kita sudah lama menanti listrik hadir di kampung halaman. Sudah seharusnya kita menjaga apa yang sudah ada. Aset ini milik kita bersama, untuk kemajuan kita semua. Jangan biarkan perbuatan segelintir orang menunda harapan yang sudah lama kita tunggu. Jangan biarkan harapan padam sebelum sempat menyala. Mari kita berdiri tegak, bersatu, dan saling mengawasi demi kampung halaman yang lebih terang dan sejahtera.” (Natalius)



