GUNUNGSITOLI — Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda Gunungsitoli diduga menyerobot pekarangan milik warga bernama Syukurman J. Harefa.

Dugaan pencaplokan lahan ini terjadi usai pengerjaan proyek tembok penahan ombak Dinas PU Kota Gunungsitoli TA 2025 selesai dibangun.

​”Setelah tembok itu selesai, RSU Bethesda langsung menguasai pekarangan kami sampai akses lingkungan warga tertutup,” ungkap Syukurman.

Ia menegaskan akan membawa sengketa ini ke pengadilan jika tak ada iktikad baik dari pengelola RSU.

​Kejanggalan makin mencuat saat awak media mencoba mengonfirmasi masalah ini. Seorang pegawai ber-ID card resmi RSU Bethesda justru mengklaim fasilitas kesehatan tersebut tidak memiliki direktur.

Pernyataan ini berolak belakang dengan keterangan Plt Kepala Desa Sifalaete Tabaloho, Seniman Harefa, yang sebelumnya berjanji meneruskan aduan warga ke pimpinan RSU.

​Selain sengketa lahan warga dan ketidakjelasan struktur manajemen, RSU Bethesda kini juga disorot terkait dugaan pelanggaran sempadan pantai.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen RSU Bethesda belum memberikan klarifikasi resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *