KETAPANG, KALBAR — Lintasan.TV — Tokoh pemuda Dayak di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menyatakan dukungan terhadap usulan Presiden Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Fakhruddin bin Abdullah sebagai calon Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Dukungan tersebut disampaikan Natalius, tokoh pemuda Dayak sekaligus pengurus GANN setempat. Ia mengatakan, masyarakat semakin merasakan ancaman peredaran narkoba di desa-desa.
«“Kami berdiri di tanah perbatasan ini, dan kami melihat sendiri. Bukan berita jauh, bukan kabar yang dibawa dari kota besar. Ini terjadi di lingkungan kami, di antara pemuda kita, di desa-desa yang dulu damai kini mulai diresapi peredaran barang terlarang,” ujar Natalius.»
Dinilai Berpengalaman di Masyarakat
Menurut Natalius, Fakhruddin memiliki pengalaman dalam gerakan antinarkoba berbasis masyarakat dan dinilai memahami kondisi di lapangan.
«“Fakhruddin bin Abdullah tidak dikenal karena duduk di balik meja saja. Ia dikenal karena hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, mengajak pemuda bersatu, dan membangun kesadaran tanpa henti. Bagi kami di daerah, pemimpin yang paham kondisi di lapangan adalah yang paling dicari. Kami tidak butuh janji yang indah, kami butuh langkah yang nyata,” tegasnya.»
Natalius menyebut warga Desa Danau Buntar juga mengkhawatirkan peredaran sabu yang dinilai semakin meluas dan diduga menjerat sejumlah pemuda.
«“Kami sudah menyuarakan kekhawatiran ini berulang kali. Kami meminta perhatian, kami meminta tindakan yang tegas dan transparan. Namun hingga kini, jawaban yang tuntas dan terbuka masih kami nantikan. Karena itulah, ketika muncul sosok yang dikenal dekat dengan gerakan masyarakat antinarkoba, harapan kami kembali tumbuh,” ungkap Natalius.»
Hormati Kewenangan Presiden
Natalius menegaskan, dukungan tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan tidak mengabaikan prosedur hukum. Pengangkatan Kepala BNN RI merupakan kewenangan Presiden berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Usulan itu belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
«“Kami sangat menghormati aturan dan hukum yang berlaku. Kami tahu, keputusan ada di tangan Bapak Presiden. Namun suara kami juga bagian dari aspirasi bangsa. Kami ingin menyampaikan: di daerah perbatasan ini, di desa-desa yang kadang terlewatkan, kami juga membutuhkan perlindungan, perhatian, dan penindakan yang tegas. Jika Fakhruddin bin Abdullah nantinya dipercaya memimpin BNN, kami berharap perhatian terhadap wilayah seperti Kendawangan semakin nyata,” jelasnya.»
Ia mengajak pemuda dari berbagai suku, tokoh adat, tokoh agama, dan orang tua untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba.
«“Pemuda Dayak, pemuda Melayu, seluruh warga, kita satu tujuan: menjaga anak-anak kita, menjaga desa kita, menjaga masa depan kita. Dukungan ini kami sampaikan sebagai wujud harapan, sekaligus pengingat bahwa tugas menjaga bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” ajaknya.»
Natalius juga berharap aparat berwenang menyampaikan informasi penanganan kasus narkoba secara terbuka dan akuntabel.
«“Apa pun keputusan yang diambil nanti, kami tetap siap bergerak. Tetap siap menjaga. Tetap bersuara. Karena generasi kami tidak boleh hilang begitu saja,” pungkas Natalius.»



