Luwu Utara, LINTASAN.TV – Sejumlah pengendara Dan masyarakat, harus mengantri berjam-jam, bahkan rela bermalam hingga pagi hari demi mendapatkan kan BBM subsidi jenis solar.

Keresahan tersebut terjadi di SPBU dengan nomor registrasi 74.923.05 yang terletak  di bungadidi kec tanah lili kab luwu utara, Jum’at ( 21/8/2026 )

Namun harapan untuk memperoleh bahan bakar bersubsidi itu sirna di balik, Peran dan modus operandi, oknum Operator “NAKAL” Dengan sejumlah kendaran Tengki resing para pengguna BBM subsidi di SPBU bunga didi.

Alih alih pembentukan kelompok demi kelancanran antrian kendaraan,dan memperhitungkan kendaraan umum, para pelaku lansir di bagi menjadi dua kelompok dan itu di jadwal bergantian, dalam Satu kelompok nya Sekitar 34 nama bahkan lebih, setiap kelompoknya.

Dari informasi tersebut, beberapa wartawan yang melakukan investigasi, sekaligus konfirmasi, ke SPBU Jum, at sore hari, 21 Agustus 2026, mendatangi kantor SPBU, guna konfirmasi namun saat itu tim hanya mendapati Bagian Admin, pihak Ritel, sementara Pihak SPBU bunga didi sudah kembali ke rumah. Tak berakhir di satu tim pun mencoba menyambangi kediaman Bapak Subehing, alhasil Tim di terima dengan ramah di kediamannya, sembari mempersilahkan masuk.

Adapun tanggapannya selaku pengendali oprasi di SPBU tersebut, mengakui adanya Kelompok kelompok pelansir, baik yang menggunakan kendaraan, juga surat rekomendasi, bahkan yang tidak memiliki kendaraan dan surat pun, juga ada dalam kelompok yang di ketahui terbagi Dua.

“Jadi tawaran itu kami Terima itu kami perhitungkan demi kelancaran, penyaluran BBM, dan memudahkan kendaraan umum atau pengguna langsung untuk dapat BBM solar. Imbuhnya, dan benar pak kalau kelompok itu menurut para ketua nya, ada sekitar 30 an lebih nama, yang disebutkan itu sudah termasuk surat rekomendasi, dan Masing-masing mendapatkan 4 jerken satu nama ,”Beber
Bapak Subehing yang di ketahui selaku pengawas di SPBU bungadidi.

Namun pernyataan pengawas SPBU, berbeda dengan keterangan salah satu warga yang ikut dalam daftar nama kelompok tersebut.

“Awalnya kesepakatan 6 jerigen per orang pak dan keluar satu jerigen jadi kami dapat lima namun itu hanya berjalan berapa hari saja, dan berubah menjadi 4 jerigen , dan ada lagi potongan 2 jerigen, itu entah untuk siapa itu urusan Ketua katanya, dan kami Terima saja yang penting kami ke bagian.

Dan yang tidak punya kendaraan dan rekomendasi, itu hanya di kasi 3 jerigen saja, jadi itu di tarik tiga jerigen, dari pembagian tadinya 6 jerigen, dan semua itu sudah aturan katanya di kelompok tuturnya dengan nada kesal. Dan potongan yang dari 2 bahkan 3 jergen itu kita tidak tau, katanya untuk jata-jata orang orang tertentu, bahkan saya dengar info ada jatah ke APH. Dan juga salah satu dewan, “ungkap salah satu masyarakat yang meminta namanya tidak di sebut.

Dan apapun mereka lakukan, itu juga tidak lepas dari Peran Operator memuluskan praktek pengisian dengan melakukan program barcode berkali-kali.
Bahkan operator sering memarahi kami saat Jerigen kami berjejer, di dekat nozzel alasan di lihat CCTV, “jelasnya

Tapi kalau Mobil tangki RESING yang di isi seolah-olah tak punya Dosa, Kalau itu operator nya, ibu Irma pasti kerjanya marah terus ke kami, “imbuhnya.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *