Lintasan.tv — Tegal–Jawa Tengah.
Ditengah sulit nya mencari pekerjaan didalam negri, dua orang pemuda asal bandung dan tegal mengikuti proses seleksi pelaut untuk pemberangkatan ke Job itali.

Mereka mengikuti proses seleksi di PT. Marina Nifsolid Indonesia. Yang beralamat di desa Dukuh Turi Kecamatan Dukuh waru kabupaten Tegal Jawa Tengah.

Proses tersebut dimulai pada 25 Juli 2025. Proses tersebut diawali dengan wawancara dan penyerah dokumen pelaut, yang meliputi Basic safety Training (BST), Buku Pelaut dan Passport. Serta dokumen pendukung lain nya seperti Akte kelahira, kartu keluarga, ijazah terkahir, SKCK dan Pasphoto.

Selain itu mereka juga TH dan DS selalu calon pekerja membayar uang administrasi masing masing Rp. 5.000.000,-(lima juta rupiah) per kandidat. Sedangkan untuk dokumen mereka juga menyerahkan uang sebesar Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah) dengan penggunaan untuk memperpanjang BST dan pembuatan Buku pelaut baru. Namun pada pengaplikasian nya hanya buku pelaut yang di buatkan dan diproses, sedangkan BST Tidak di revalidasi/ atau dibuatkan baru oleh pihak perusahaan .

Kwitansi pembayaran Pengurusan Dokumen

Setelah penyerahan uang administrasi dan pembuatan dokumen mereka di janjikan akan di masukan ke job itali dengan gaji kisaran lima belas hingga dua puluh juta rupiah sesuai dengan kontak kerja yg di tanda tangani nanti.

Namun hingga waktu yang di tentukan dan di janjikan oleh pihak perusahaan PT. MARINA NIFSOLID INDONESIA (Mas Aryo) Kepada TH dan DS Job tersebut tidak pernah ada dan mereka hanya di janji-janjikan saja.

Karena job di anggap bodong kedua abk akhirnya melakukan pencabutan berkas, namun saat melakukan pencabutan berkas mereka hanya menerima berkas mereka sementara uang cas yang sudah masuk ke perusahaan hingga berita ini diturun kan belum di kembalikan sama sekali.

Kwitansi Pembayaran Job awal

Akibat peristiwa tersebut kedua kandidat merasa banyak dirugikan oleh pihak PT. MARINE NIFSOLID INDONESIA, “Rugi banyak kami mas” Sudah rugi waktu, materi, tenaga dan malu terhadap lingkungan dimana kami tinggal krn tidak berangkat berangkat ujar nya. mereka berencana untuk meminta bantuan kepada Serikat yang ada di Jawa Tengah. Dengan musyawarah ataupun menempuh jalur hukum .

Menyikapi Hal tersebut Muhamad Fahmi selaku koordinator SBPI (Serikat Buruh Perikanan Indonesia) wilayah Jawa Tengah, Siap melakukan pendamping terhadap para korban. Baik dengan cara memediasi dengan perusahaan dan para kandidat, apabila didalam mediasi tersebut tidak ditemukan titik temu, pihak nya juga siap melakukan pendamping hukum.

Muhamad Fahmi menghimbau kepada seluruh buruh Perikanan di Indonesia, agar mereka berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih perusahaan yang akan mereka naungi. Dengan cara mengecek perizinan, trak record perusahaan serta jangan mudah percaya dengan kata kata manis para broker atau sponsor. Selain itu mereka juga bisa meminta bantuan kepada Serikat atau dinas instansi terkait.

Sementaranya itu hingga berita ini di turunkan pihak perusahaan tidak mau membalas dan memberikan keterangan saat di konfirmasi malalui pesan whatsapp. (Red)

Konfirmasi kepada PT Marine Nifsolid Indonesia

ABK menagih dan diabaikan oleh Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *