SUAK BURUNG – MANIS MATA ,Lintasan.TV ketapang- 25 September 2026 — Dari kejauhan, pita merah putih terlihat melambai di ujung struktur baja yang kini menjulang gagah di atas sungai yang selama ini memisahkan warga Dusun Lipat Gunting dari dunia luar. Pagi hingga siang ini, suasana di tepian sungai tak pernah sepi. Ratusan warga berdiri berjejer, menatap ke seberang dengan mata berbinar. Penantian puluhan tahun akhirnya berakhir.
Jumat siang ini, tepat di tengah sorak-sorai dan alunan ritual adat penyambutan, Bupati Ketapang Alexsander Wilyo secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Lipat Gunting — jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Ketapang yang kini menghubungkan Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, dengan pusat Kecamatan Manis Mata.
Suasana haru tak bisa disembunyikan. Banyak warga yang mengusap mata saat pita dipotong dan langkah pertama rombongan pejabat melangkah menyeberang. Di sana, bersama Bupati Alexsander Wilyo, tampak Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, Anggota DPRD Ketapang Akim, para Kepala OPD, jajaran Forkopimcam Manis Mata, kepala desa, tokoh adat, dan warga yang berdesakan ingin menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
“Sekarang kami tidak perlu lagi khawatir saat anak-anak berangkat sekolah. Tidak perlu takut saat sungai naik membawa hasil kebun ke pasar,” ujar seorang warga yang berdiri di barisan depan, suaranya bergetar menahan haru.
Mewakili seluruh warga Dusun Lipat Gunting dan Desa Suak Burung, tokoh masyarakat menyampaikan terima kasih yang tulus:
“Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Bapak Bupati Ketapang Alexsander Wilyo beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang. Selama bertahun-tahun kami menanti, dan hari ini kami berdiri di sini melihatnya nyata. Perhatian Bapak bukan hanya membangun jembatan, melainkan membangun harapan kami. Semoga Ketapang semakin maju dan sejahtera.”
Berdiri di tengah jembatan yang baru saja diresmikan, Bupati Ketapang Alexsander Wilyo menyampaikan langsung kepada warga yang berkerumun di kedua sisi sungai:
“Setiap langkah yang kita ambil di atas jembatan ini bukan sekadar menyeberangi air. Di sini melintas harapan anak-anak untuk bersekolah lebih tenang. Di sini melintas hasil kebun petani yang lebih cepat sampai ke pasar. Di sini melintas orang sakit yang lebih cepat sampai ke pelayanan kesehatan. Jembatan ini bukan hanya besi dan tali. Ini urat nadi kehidupan kalian semua.”
Ditegaskan Bupati, pembangunan jembatan ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2023, murni sebagai wujud kepedulian dan tindak lanjut aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui reses DPRD Kabupaten Ketapang.
“Pembangunan tidak boleh hanya dirasakan di kota. Pembangunan harus sampai ke pelosok, sampai ke dusun yang paling jauh sekalipun. Itulah makna visi kita: Pembangunan Berkeadilan untuk Ketapang Maju dan Mandiri,” ucap Bupati disambut tepuk tangan warga.
Tidak hanya Lipat Gunting, perhatian pemerintah juga diwujudkan di tempat tak jauh dari sini. Jembatan Gantung Sengkuang Merabong yang sempat putus diterjang banjir tahun 2022, kini kembali utuh dan bisa dilewati, dibangun kembali melalui APBD Tahun Anggaran 2025.
Di sela-sela peresmian, Bupati juga menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran untuk enam desa, seragam sekolah bagi anak-anak, serta perlengkapan Posko Karhutla. Semua ini hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Ketapang dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Manis Mata.
Sebagai penutup, Bupati berpesan agar warga menjadi penjaga jembatan ini:
“Jembatan ini sudah berdiri. Tugas kita selanjutnya adalah menjaganya. Ingat, jembatan ini untuk pejalan kaki dan roda dua. Mari rawat bersama, agar anak cucu kita juga bisa melintas di sini.”
Saat ini, di tepian sungai yang dulu memisahkan, kini warga berdiri berdampingan. Jalan menuju sekolah, pasar, puskesmas, dan jalan pulang ke rumah menjadi lebih dekat.
Satu jembatan berdiri. Namun yang terbangun hari ini adalah keyakinan: bahwa tidak ada dusun yang terlalu jauh untuk diperhatikan. Ketapang adalah rumah kita bersama, dan setiap jembatan yang terbangun adalah bukti bahwa kita semakin dekat, semakin terhubung, dan semakin kuat.(Natalius)



